Menemani: Koleksi Mandalas x Yayasan Habibie & Ainun

Menemani Wilis premium long sleeve batik shirt from the Mandalas and Yayasan Habibie Ainun collection

Koleksi ini bernama Menemani. Untuk sebuah kolaborasi dengan Yayasan Habibie & Ainun, sulit membayangkan pilihan kata yang lebih disengaja.

Mandalas bekerja sama dengan yayasan tersebut untuk koleksi eksklusif batik dan kebaya, dirilis bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional. Panduan ini membahas isinya, makna motifnya, dan cara memilih di antara busananya.

Kemeja batik lengan panjang premium Menemani Wilis dari koleksi Mandalas dan Yayasan Habibie Ainun
Menemani dalam warna Wilis — kemeja premium lengan panjang pria.

Mengapa namanya penting

Menemani berarti menyertai, berada di sisi seseorang. Ia kata kerja yang tenang, bukan yang megah, dan justru kesederhanaan itulah intinya.

B.J. Habibie dan Hasri Ainun Habibie menikah pada 1962 dan bersama hingga wafatnya Ainun pada 22 Mei 2010 — pernikahan selama empat puluh delapan tahun, melintasi karier keinsinyuran Habibie di Jerman, kepulangannya ke Indonesia, hingga masa kepresidenannya. Ainun menjabat sebagai Ibu Negara dan memimpin Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan sejak 1998 sampai wafatnya. Setelah kepergiannya, Habibie menulis buku tentang kehidupan mereka berdua; buku itu kemudian diangkat ke layar lebar, dan pada 2015 ia meresmikan sebuah monumen untuk Ainun di Parepare, kota kelahirannya, pada tanggal yang seharusnya menjadi ulang tahun pernikahan mereka yang ke-53.

Yang bertahan di ingatan publik tentang keduanya bukanlah satu pencapaian tunggal, melainkan sebuah pola kehadiran — dua orang yang saling menemani sepanjang hidup yang panjang dan menuntut. Koleksi bernama Menemani berangkat dari sana, bukan dari satu peristiwa tertentu.

Tiga pilihan warna

Koleksinya hadir dalam tiga cerita warna, masing-masing tersedia di seluruh rangkaian agar pasangan dan keluarga bisa tampil serasi:

  • Wilis — icy blue. Paling terang di antara ketiganya, dan paling mudah dipakai di siang hari dan cuaca panas.
  • Nilakandi — navy. Paling formal, dan paling baik dibawa sampai acara malam.
  • Gau — dusty. Nadanya paling lembut dan hangat, serta paling masa kini di antara ketiganya.

Makna di balik motifnya

Mandalas menggambarkan Menemani sebagai kisah tentang cinta, takdir, dan detail-detail yang membuat sebuah pertemuan bertahan selamanya. Motifnya tersusun dari lima unsur, dan masing-masing membawa bagian dari kisah itu.

Sky Full of Stars

Hamparan bintang yang bertaburan, digambarkan seperti motif Truntum — cinta yang terus bersemi.

Rujukannya dipilih dengan cermat. Truntum adalah motif klasik Jawa dari Keraton Surakarta, diciptakan Kanjeng Ratu Kencana, permaisuri Sunan Pakubuwana III. Namanya berasal dari kata Jawa tumaruntum, yang berarti tumbuh kembali atau bersemi lagi. Kisah yang dituturkan tentangnya: sang permaisuri yang merasa diabaikan menorehkan bintang dan bunga pada selembar kain — dan kasih sayang suaminya pun kembali.

Sejak itu Truntum lekat dengan cinta yang memperbarui dirinya sendiri dan kesetiaan yang tak pudar. Dalam pernikahan adat Jawa, ia secara tradisional dikenakan orang tua kedua mempelai, sebagai tanda menuntun anak memasuki kehidupan baru. Untuk koleksi yang menghormati pernikahan selama empat puluh delapan tahun, sulit mencari rujukan yang lebih tepat.

Anggrek Serat

Bunga anggrek, melambangkan kekuatan yang tenang dan pertumbuhan yang mantap, mencerminkan kehadiran Eyang Habibie yang teguh.

Kantil

Bunga Jawa yang dicintai, dipilih karena kehadiran Eyang Ainun yang anggun tak pernah pudar.

Gardenia

Cinta yang diam-diam bersemi sebelum terucap — digambarkan tim desainnya seperti sebuah rahasia kecil.

Butterfly

Satu pertemuan, seumur hidup bersama, mencerminkan takdir yang menjadi nama koleksinya.

Eyang adalah sapaan hormat Jawa untuk kakek dan nenek, dan begitulah yayasan menyebut keduanya — detail yang layak diperhatikan, karena menempatkan mereka dalam ranah keluarga, bukan jabatan.

Kemeja batik lengan panjang Menemani Nilakandi berwarna navy
Nilakandi — warna navy, kemeja pria lengan panjang, paling formal di antara ketiganya.

Isi koleksinya

Lima jenis busana, masing-masing tersedia dalam ketiga warna:

Untuk pria

  • Kemeja batik premium lengan panjang — IDR 479.000. Pilihan formal, untuk pernikahan, upacara, dan pertemuan dengan klien.
  • Kemeja batik premium lengan pendek — IDR 449.000. Pilihan harian dan batik Jumat.

Untuk wanita

  • Tunik kebaya kutubaru lengan panjang — IDR 479.000. Panjang tunik, sehingga bisa berdiri sendiri.
  • Atasan kebaya kutubaru lengan pendek — IDR 399.000. Lebih ringan, dan lebih nyaman di cuaca panas.
  • Rok plisket — IDR 349.000. Dirancang berpasangan dengan kedua kebaya, atau dipakai dengan atasan polos.

Busana wanitanya memakai potongan kutubaru, yang dikenali dari panel bef di bagian tengah badan — bentuk kebaya yang paling khas Jawa. Panduan jenis kebaya kami menjelaskan bedanya dengan encim dan Kartini.

Tunik kebaya kutubaru lengan panjang Menemani Wilis berwarna icy blue
Tunik kebaya kutubaru dalam Wilis — panel bef itulah yang membuat sebuah kebaya disebut kutubaru.

Dirancang untuk dipakai sebagai satu set

Ini bagian yang perlu dipahami sebelum membeli. Karena setiap warna tersedia pada busana pria maupun wanita, koleksinya berfungsi sebagai rangkaian sarimbit — serasi, bukan seragam.

  • Untuk pasangan — kemeja pria dan kebaya wanita dalam warna yang sama. Lengan panjang keduanya untuk acara formal, lengan pendek keduanya untuk siang hari.
  • Untuk tampilan wanita yang lengkap — atasan kebaya dengan rok plisket yang sewarna, sehingga tak perlu lagi memikirkan padanan bawahannya.
  • Untuk keluarga — satu warna untuk beberapa orang, dengan panjang lengan yang bisa berbeda sesuai selera, tanpa memaksa semua memakai busana yang sama persis.

Kalau Anda menyerasikan untuk rombongan yang lebih besar, panduan memilih sarimbit keluarga kami membahas caranya agar tidak terlihat seperti seragam.

Memilih warnanya

  1. Untuk acara formal malam hari — Nilakandi, lengan panjang. Navy adalah latar paling formal dan paling bersahabat dengan cahaya lampu.
  2. Untuk upacara siang atau pernikahan di luar ruangan — Wilis. Icy blue terlihat lebih segar di cahaya siang yang keras dan lebih adem dipakai.
  3. Untuk yang akan sering dipakai — Gau. Nada dusty paling masa kini dan paling tidak terikat pada acara formal.
  4. Kalau membelikan sebagai hadiah — Nilakandi paling aman, karena navy cocok untuk paling banyak warna kulit dan jenis acara.
Kemeja batik lengan panjang Menemani Gau bernada dusty
Gau — warna dusty, kemeja pria lengan panjang, paling masa kini di antara ketiganya.

Ukuran dan kesesuaian

Ini busana berpotongan Indonesia, yang lebih dekat ke badan dibanding padanan Barat. Alih-alih memesan ukuran huruf yang biasa Anda pakai, ukurlah kemeja atau atasan yang sudah Anda miliki lalu bandingkan dengan tabel ukuran di halaman produk. Kalau berada di antara dua ukuran, naik — busana bisa dikecilkan, tetapi bahu tak bisa dilebarkan.

Panduan fit dan ukuran kami membahas empat ukuran yang menentukan, dan panduan lengan panjang serta lengan pendek membahas di mana manset dan ujung badan seharusnya jatuh.

Bahannya, dan cara merawatnya

Koleksi ini dibuat dari 65% lyocell dan 35% katun — jatuhnya yang mengalir dan adem dari lyocell, diberi struktur yang tenang oleh katun. Ia sudah lembut sejak pemakaian pertama, tanpa perlu dibiasakan dulu.

Kemejanya punya empat detail konstruksi yang perlu diketahui:

  • Placket kancing tertutup, sehingga kancingnya tersembunyi dan garisnya lebih bersih.
  • Saku tersembunyi, untuk barang-barang penting.
  • Manset yang bisa disetel, sehingga kepasannya bisa diatur sesuai selera.
  • Puring dalam yang lembut, demi kenyamanan di kulit.

Perawatannya lebih ketat dibanding batik katun biasa, dan ini penting. Karena kandungan lyocell-nya:

  • Dry clean lebih disarankan.
  • Cuci tangan saja bila dicuci sendiri di rumah — bukan mesin cuci.
  • Hindari sinar matahari langsung saat menjemur.
  • Setrika dengan suhu rendah.

Lyocell kurang memaafkan panas dan gesekan dibanding katun, jadi setrika suhu rendah dan cuci tangan bukan sekadar anjuran tambahan. Rok plisketnya juga sebaiknya digantung, bukan dilipat, agar plisketnya tetap terjaga.

Rok plisket batik Menemani Gau bernada dusty
Rok plisket dalam Gau — digantung, bukan dilipat, agar plisketnya bertahan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu koleksi Menemani?

Koleksi eksklusif batik dan kebaya dari Mandalas bekerja sama dengan Yayasan Habibie & Ainun, dirilis bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional.

Tersedia dalam warna apa saja?

Tiga: Wilis berwarna icy blue, Nilakandi berwarna navy, dan Gau bernada dusty. Masing-masing tersedia di seluruh rangkaian busananya.

Busana apa saja yang tersedia?

Kemeja batik pria lengan panjang dan pendek, kebaya kutubaru wanita lengan panjang dan pendek, serta rok plisket yang sewarna.

Bisakah dipakai sebagai set pasangan atau keluarga?

Bisa. Setiap warna tersedia untuk busana pria maupun wanita, sehingga berfungsi sebagai rangkaian sarimbit tanpa semua orang memakai busana yang sama persis.

Apa itu kebaya kutubaru?

Bentuk kebaya Jawa yang dikenali dari panel bef di bagian tengah badan, yang menyatukan kedua sisi depannya.

Apa makna motif Menemani?

Lima unsur: Sky Full of Stars untuk cinta yang terus bersemi, Anggrek Serat untuk keteguhan Eyang Habibie, Kantil untuk keanggunan Eyang Ainun, Gardenia untuk cinta yang bersemi sebelum terucap, dan Butterfly untuk satu pertemuan yang bertahan seumur hidup.

Terbuat dari bahan apa?

65% lyocell dan 35% katun — mengalir dan adem, dengan struktur dari katunnya.

Bagaimana cara mencucinya?

Dry clean lebih disarankan. Bila dicuci sendiri, cuci tangan saja, jemur jauh dari sinar matahari langsung, dan setrika dengan suhu rendah.

Berapa harganya?

Mulai IDR 349.000 untuk rok plisket hingga IDR 479.000 untuk kemeja lengan panjang dan tunik kebaya.

Ringkasnya

Tiga warna pada lima jenis busana, dirancang agar pasangan atau keluarga bisa tampil serasi tanpa harus sama persis. Nilakandi untuk formal, Wilis untuk siang hari, Gau untuk sehari-hari — dan sebuah motif yang setiap unsurnya — bintang, anggrek, kantil, gardenia, kupu-kupu — membawa bagian dari kisah yang sama.

Jelajahi Habibie & Ainun Exclusive Collection.

Kembali ke artikel