Galeri Motif Batik: Mengenali Parang, Kawung, dan Mega Mendung
Diposting oleh Mandalas Editorial Team
Tiga motif menyumbang sebagian besar batik yang akan Anda temui di Indonesia. Begitu Anda bisa mengenali Parang, Kawung, dan Mega Mendung sekilas, Anda bisa menempatkan sebagian besar isi rak batik mana pun. Halaman ini memperlihatkan wujud masing-masing pada kain sungguhan.
Tiap bagian tertaut ke panduan lengkap bila Anda ingin sejarah dan filosofi di balik polanya.
Parang: diagonal, saling mengait, tak tertukar
Yang perlu dicari: pita diagonal berulang yang membentang dari sudut ke sudut, masing-masing memuat bentuk menyerupai huruf S yang saling mengait. Arah diagonalnya adalah penandanya — tak ada motif besar lain yang berjalan pada sudut itu.
Parawil — pengulangan Parang diagonal, membentang dari sudut ke sudut.Sandra — pengulangan Parang yang lebih halus pada potongan lengan panjang.Kanaka — Parang pada rok lilit, dengan diagonal yang mengikuti panjang kainnya.
Parang adalah motif keraton yang lekat dengan kekuatan dan keteguhan, dan varian tertentu secara historis hanya boleh dikenakan kalangan bangsawan. Selengkapnya di panduan Parang kami.
Kawung: empat lobus, geometris, teratur
Yang perlu dicari: empat bentuk lonjong yang tersusun mengelilingi satu titik pusat, berulang dalam kisi yang rapi. Kesannya tenang dan tertib, sementara Parang berkesan bergerak.
Kawularu — susunan Kawung empat lobus dalam kisi yang teratur.Arabica — bidang Kawung yang lebih rapat.Rolux — Kawung pada potongan lengan pendek untuk pemakaian harian.
Kawung termasuk motif Jawa tertua, umumnya dibaca sebagai kesucian dan pengendalian diri. Selengkapnya di panduan Kawung kami.
Mega Mendung: awan, berlapis, melengkung
Yang perlu dicari: bentuk awan besar melengkung yang tersusun dari garis berlapis, biasanya dengan gradasi warna. Tak ada motif batik Jawa lain yang mirip — skalanya saja sudah membedakannya.
Megahi — bentuk awan berlapis yang menjadi ciri Mega Mendung.Awani — garis awan melengkung dengan gradasi warna.Megamas — Mega Mendung pada potongan lengan pendek.
Mega Mendung berasal dari Cirebon di pesisir utara dan membawa pengaruh Tionghoa pada bentuk awannya. Selengkapnya di panduan Mega Mendung kami.
Membedakannya sekilas
Garis diagonal? Parang.
Empat bentuk mengelilingi satu titik, dalam kisi? Kawung.
Awan besar melengkung berlapis? Mega Mendung.
Didominasi cokelat dan krem? Batik keraton — kemungkinan Parang atau Kawung bernuansa sogan.
Warna-warni cerah? Pesisir, jadi lebih mungkin Mega Mendung atau floral Pekalongan.
Mana yang cocok untuk Anda
Parang formal dan berarah; diagonalnya memancarkan pesona pada hampir semua postur. Kawung tenang dan geometris, sehingga paling mudah dipakai berulang ke kantor. Mega Mendung berskala besar dan ekspresif, lebih cocok untuk perayaan ketimbang acara khidmat, dan lebih pas pada postur yang lebih besar.
Panduan warna batik kami membahas pemilihan nuansa yang cocok dengan warna kulit Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Seperti apa bentuk batik Parang?
Pita diagonal berulang berisi bentuk menyerupai S yang saling mengait, membentang dari sudut ke sudut kain.
Seperti apa bentuk batik Kawung?
Empat bentuk lonjong yang tersusun mengelilingi satu titik pusat, berulang dalam kisi yang teratur.
Seperti apa bentuk Mega Mendung?
Bentuk awan besar melengkung yang tersusun dari garis berlapis, biasanya dengan gradasi warna.
Bagaimana cara cepat membedakan ketiganya?
Diagonal berarti Parang, kisi empat lobus berarti Kawung, dan awan besar berlapis berarti Mega Mendung.
Motif mana yang paling cocok untuk kantor?
Kawung. Geometrinya yang teratur cukup tenang untuk dipakai sering tanpa mencolok.
Ringkasnya
Diagonal, kisi empat lobus, awan berlapis — tiga bentuk yang membuka sebagian besar khazanah batik Indonesia hanya dengan sekilas pandang.
Galeri Motif Batik: Mengenali Parang, Kawung, dan Mega Mendung
Tiga motif menyumbang sebagian besar batik yang akan Anda temui di Indonesia. Begitu Anda bisa mengenali Parang, Kawung, dan Mega Mendung sekilas, Anda bisa menempatkan sebagian besar isi rak batik mana pun. Halaman ini memperlihatkan wujud masing-masing pada kain sungguhan.
Tiap bagian tertaut ke panduan lengkap bila Anda ingin sejarah dan filosofi di balik polanya.
Parang: diagonal, saling mengait, tak tertukar
Yang perlu dicari: pita diagonal berulang yang membentang dari sudut ke sudut, masing-masing memuat bentuk menyerupai huruf S yang saling mengait. Arah diagonalnya adalah penandanya — tak ada motif besar lain yang berjalan pada sudut itu.
Parang adalah motif keraton yang lekat dengan kekuatan dan keteguhan, dan varian tertentu secara historis hanya boleh dikenakan kalangan bangsawan. Selengkapnya di panduan Parang kami.
Kawung: empat lobus, geometris, teratur
Yang perlu dicari: empat bentuk lonjong yang tersusun mengelilingi satu titik pusat, berulang dalam kisi yang rapi. Kesannya tenang dan tertib, sementara Parang berkesan bergerak.
Kawung termasuk motif Jawa tertua, umumnya dibaca sebagai kesucian dan pengendalian diri. Selengkapnya di panduan Kawung kami.
Mega Mendung: awan, berlapis, melengkung
Yang perlu dicari: bentuk awan besar melengkung yang tersusun dari garis berlapis, biasanya dengan gradasi warna. Tak ada motif batik Jawa lain yang mirip — skalanya saja sudah membedakannya.
Mega Mendung berasal dari Cirebon di pesisir utara dan membawa pengaruh Tionghoa pada bentuk awannya. Selengkapnya di panduan Mega Mendung kami.
Membedakannya sekilas
Mana yang cocok untuk Anda
Parang formal dan berarah; diagonalnya memancarkan pesona pada hampir semua postur. Kawung tenang dan geometris, sehingga paling mudah dipakai berulang ke kantor. Mega Mendung berskala besar dan ekspresif, lebih cocok untuk perayaan ketimbang acara khidmat, dan lebih pas pada postur yang lebih besar.
Panduan warna batik kami membahas pemilihan nuansa yang cocok dengan warna kulit Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Seperti apa bentuk batik Parang?
Pita diagonal berulang berisi bentuk menyerupai S yang saling mengait, membentang dari sudut ke sudut kain.
Seperti apa bentuk batik Kawung?
Empat bentuk lonjong yang tersusun mengelilingi satu titik pusat, berulang dalam kisi yang teratur.
Seperti apa bentuk Mega Mendung?
Bentuk awan besar melengkung yang tersusun dari garis berlapis, biasanya dengan gradasi warna.
Bagaimana cara cepat membedakan ketiganya?
Diagonal berarti Parang, kisi empat lobus berarti Kawung, dan awan besar berlapis berarti Mega Mendung.
Motif mana yang paling cocok untuk kantor?
Kawung. Geometrinya yang teratur cukup tenang untuk dipakai sering tanpa mencolok.
Ringkasnya
Diagonal, kisi empat lobus, awan berlapis — tiga bentuk yang membuka sebagian besar khazanah batik Indonesia hanya dengan sekilas pandang.
Jelajahi batik pria atau batik dan kebaya wanita.