Batik Aloha: Mengenal Koleksi Lohara

Lohara aloha batik shirt in a relaxed cotton cut

Dua budaya kepulauan punya gagasan yang sama tentang kemeja: buat longgar, buat cerah, dan biarkan polanya yang berbicara. Lohara adalah hasil pertemuan batik Jawa dengan kemeja aloha.

Kemeja batik aloha Lohara berpotongan katun santai
Lohara — motif batik pada siluet aloha, dipotong santai dan tanpa puring.

Asal-usul kemeja aloha

Kemeja aloha muncul di Hawaii pada 1930-an, dan sejak awal ia memang busana hibrida — potongan longgar, kain bermotif cerah, dipakai berkerah terbuka dan dikeluarkan, di iklim yang membuat pilihan lain terasa menyiksa.

Batik menyelesaikan masalah yang sama jauh lebih awal dan dengan cara berbeda: pola dibuat lewat perintang lilin, bukan cetak, di atas katun yang memang dipotong untuk panas tropis. Logikanya sama persis. Yang berbeda hanya tekniknya dan motifnya.

Apa sebenarnya Lohara

  • Siluet aloha. Longgar di badan, lengan pendek, kerah terbuka, dipakai keluar.
  • Motif batik. Motif Indonesia, bukan floral Hawaii.
  • Satu lapis, tanpa puring. Detail konstruksi yang paling menentukan di cuaca panas — kainnya jatuh mengalir, bukan menahan bentuk, dan ia bernapas.
  • Katun lembut. Cukup ringan untuk dipakai dari pagi sampai malam tanpa perlu dipikirkan.
  • Saku dada minimalis dan kancing klasik. Tak ada hiasan yang perlu bersaing dengan motifnya.
Kemeja batik Lohara relaxed fit dengan motif yang cerah
Motif cerah pada potongan santai — inti dari kategori ini.

Namanya adalah petunjuknya

Produk Lohara memakai nama Hawaii dan Polinesia — Nalu (ombak), Kalei (lei, untaian bunga), Hale (rumah), Manu (burung), Makoa, Kahula.

Itu penanda yang disengaja. Ini bukan batik keraton yang meminta dibaca filosofinya; ini kemeja kepulauan, dan namanya pun dibuat seperti kemeja kepulauan.

Bedanya dengan kemeja batik biasa

  • Potongan. Santai dan lega, bukan pas badan.
  • Konstruksi. Satu lapis tanpa puring, sehingga jatuh lembut alih-alih menahan garis.
  • Tingkat formalitas. Lohara memang tidak berusaha formal. Kemeja batik lengan panjang biasa adalah pilihan kondangan dan kantor — ini ujung yang berlawanan.
  • Motif. Cerah dan ekspresif, bukan palet sogan yang kalem. Kalau Anda mencari motif tradisional dan maknanya, lihat galeri motif kami.
Kemeja batik Lohara dengan warna yang cerah
Warna yang lebih cerah — Lohara berada di ujung spektrum batik yang paling ekspresif.

Tiap potong sedikit berbeda

Perlu diketahui sebelum memesan: penempatan motif berbeda antara satu kemeja dan lainnya, dan susunan polanya berubah mengikuti ukuran. Dua kemeja dengan desain sama tidak akan identik.

Itu wajar untuk kain bermotif yang dipotong dari gulungan, dan artinya foto produk adalah acuan, bukan janji penempatan yang persis sama.

Cocok untuk siapa

Lohara adalah pintu masuk termudah ke batik bagi siapa pun yang merasa batik tradisional terlalu formal. Ia terbaca sebagai kemeja liburan yang bagus lebih dulu, baru sebagai batik — dan justru itulah sebabnya ia benar-benar dipakai.

Kalau Anda ingin gambaran lebih luas tentang batik sebagai busana sehari-hari, panduan batik casual kami membahas padu padannya secara rinci.

Kemeja batik aloha Lohara dipakai terbuka dan dikeluarkan
Dipakai terbuka dan dikeluarkan — begitulah potongannya dirancang untuk jatuh.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu kemeja batik aloha?

Kemeja bersiluet aloha yang santai, tetapi bermotif batik Indonesia, bukan cetakan Hawaii.

Apakah Lohara batik sungguhan?

Ia katun bermotif batik dengan potongan resort modern, dibuat untuk pemakaian harian dan liburan, bukan untuk upacara.

Apa bedanya Lohara dengan kemeja batik biasa?

Santai bukan pas badan, satu lapis tanpa puring, palet lebih cerah, dan bernuansa kasual bukan formal.

Mengapa nama produknya dari Hawaii?

Karena siluetnya kemeja aloha. Nalu berarti ombak, Kalei merujuk untaian bunga, Hale berarti rumah.

Apakah kemejanya akan persis seperti foto?

Mirip, tetapi penempatan motif berbeda antarpotong dan mengikuti ukuran, jadi foto adalah acuan, bukan kecocokan persis.

Ringkasnya

Kemeja aloha dengan motif dan kriya Indonesia: longgar, tanpa puring, cerah, dan memang dibuat untuk panas.

Jelajahi koleksi Lohara atau koleksi pria selengkapnya.

Kembali ke artikel